Kacang Kedelai
SUP/agribisnis kacang kedelai terkait pula dengan SUP/agribisnis jagung pada usaha pabrik pakan ternak karena bungkil kedelai dan jagung bersifat komplemen dalam pembuatan pakan ternak. Dengan demikian SUP/agribisnis kedelai sangat terkait erat dengan SUP/agribisnis jagung baik secara vertikal maupun horizontal. Dimensi spasial berkaitan lokasi atau seberan regional dari SUP/agribisnis dengan berbagai hal seperti:
(1) Luas dan kesuburan lahan
(2) Konsentrasi konsumen
(3) Ketersediaan sarana dan prasarana produksi.
Oleh karena itu SUP/agribisnis pada umumnya khas untuk suatu kawasan. Dari uraian di atas terlihat dengan jelas bahwa SUP/agribisnis suatu komoditas sangat terkait erat dengan SUP/agribisnis lainnya. Perpaduan SUP/ agribisnis tersebut akan membentuk suatu jaringan SUP/agribisnis yang terpadu secara horizontal, vertikal maupun spasial. Oleh karena itu, kelangsungan hidup suatu perusahaan SUP/agribisnis sangat tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan SUP/agribisnis lainnya. Dengan demikian implikasinya adalah tidak tepat bila kebijakan pertanian didasarkan pada pendekatan komoditi, sebaliknya juga harus pendekatannya didasarkan pada SUP/agribisnis.
Demikian juga, secara tradisional para ahli pada umumnya berpendapat bahwa sektor pertanian merupakan sektor yang terisolir, tidak begitu dipengaruhi oleh keadaan perekonomian makro maupun perekonomian global. Pendapatan demikian sudah tidak tepat pada kondisi saat ini. Sejak pertengahan 1970-an, para ahli mulai sadar bahwa sektor pertanian sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian makro maupun perekonomian global (Simatupang, 2004). Beberapa variabel ekonomi makro yang cukup berpengaruh terhadap sektor pertanian dan SUP/agribisnis secara keseluruhan adalah nilai tukar, suku bunga, kredit perbankan, pengeluaran pemerintah, dan inflasi. Oleh karena itu, kondisi perekonomian makro merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari jaringan SUP/agribisnis.